Showing posts with label Novel. Show all posts
Showing posts with label Novel. Show all posts

Saturday, July 4, 2009

Ketika Mas Gagah Pergi


Mas Gagah berubah!
Ya, sudah beberapa bulan belakangan ini Masku, sekaligus saudara kandungku satu-satunya itu benar-benar berubah ! Mas Gagah Perwira Pratama, masih kuliah di Teknik Sipil UI semester tujuh. Ia seorang kakak yang sangat baik, cerdas, periang dan tentu saja… ganteng! Mas Gagah juga sudah mampu membiayai kuliahnnya sendiri dari hasil mengajar privat untuk anak-anak SMA.

Sejak kecil aku sangat dekat dengannya. Tak ada rahasia di antara kami. Ia selalu mengajakku kemana ia pergi. Ia yang menolong di saat aku butuh pertolongan. Ia menghibur dan membujuk di saat aku bersedih. Membawakan oleh-oleh sepulang sekolah dan mengajariku mengaji. Pendek kata, ia selalu melakukan hal-hal yang baik, menyenangkan dan berarti banyak untukku.Saat memasuki usia dewasa kami jadi makin dekat. Kalau ada saja sedikit
waktu kosong, maka kami akan menghabiskannya bersama. Jalan-jalan, nonton film atau konser musik atau sekedar bercanda bersama teman-teman. Mas Gagah yang humoris itu akan membuat lelucon-lelucon santai hingga aku dan teman-temanku tertawa terbahak-bahak. Dengan sedan putihnya ia berkeliling mengantar teman-temanku pulang usai kami latihan teater.

Kadang kami mampir dan makan dulu di restoran, atau bergembira ria di Dufan, Ancol. Tak ada yang tak menyukai Mas Gagah. Jangankan keluarga atau tetangga, nenek-kakek, orang tua dan adik kakak teman-temanku menyukai sosoknya !

Download

Sunday, April 12, 2009

Kumpulan cerita trio detektif


"Awas!" seru Jupiter Jones.

Terlambat bagi Pete Crenshaw. Dibebani oleh sebuah peti model kuno, sepasang dayung antik, dan berbagai benda kelautan lainnya, anak bertubuh jangkung itu tidak melihat bahwa ia berjalan tepat ke arah setumpuk per tempat tidur yang telah disusun dengan rapi oleh Jupiter pada pagi hari itu di dekat gerbang depan Jones Salvage Yard.

Pete berhenti ketika mendengar peringatan Jupiter namun terlambat. Tumpukan per tempat tidur itu roboh, memaksa Bob Andrews untuk melompat menjauh sebelum ia terkubur!

Tepat pada saat itu Bibi Mathilda keluar tergopoh-gopoh dari kabin kecil yang berfungsi sebagai kantor pangkalan barang bekas itu.

"Demi Tuhan!" serunya. "Apa-apaan semua ini?" Ketika ia melihat Bob bangkit berdiri sambil mengibas-ngibaskan debu di tubuhnya, kekhawatiran muncul di wajah wanita itu. "Kau tidak apa-apa, Robert? Apakah kau terluka?"

"Saya tidak apa-apa," jawab anak yang bertubuh paling kecil di antara rekan-rekannya itu, "tapi per-per itu perlu bantuan."

Bibi Mathilda melihat jam saku antik yang selalu dibawanya dan mengerutkan kening. "Biarkan per-per itu," katanya, "kita harus memuati truk itu sebelum Titus dan Hans kembali dari membeli-beli di Burbank!" Wanita baik hati itu, yang sebenarnya menjalankan pangkalan barang bekas itu, berpaling dan berjalan kembali ke kantor. Ketika ia sampai di pintu, ia berhenti dan berseru melewati bahunya.

"Dan kau lebih hati-hati, Pete Crenshaw!"

Pete menatapnya dengan rasa bersalah. "Ya, ma'am," katanya. "Saya rasa saya tidak seharusnya berusaha membawa semua barang bekas itu sekali jalan."

Mathilda Jones nampak galak dari luar namun semua orang tahu ia memiliki hati emas. Ia tersenyum kepada Pete. "Tidak ada yang rusak," katanya. "Aku cuma tidak ingin harus menjelaskan kepada orang tua Bob bagaimana ia sampai masuk rumah sakit dengan per ranjang di kepalanya!"

Sambil tetap tersenyum wanita itu menghilang ke dalam kantor untuk menyelesaikan pekerjaannya. Ketika ia telah hilang dari pandangan, Pete berpaling ke arah Jupe.

"Apa sih yang diinginkan Paman Titus dari semua peralatan kelautan ini? Bukankah kita semua akan pergi ke Oregon untuk berlibur?"

Seminggu sebelumnya bibi dan paman Jupiter telah mengumumkan sesuatu yang tak terduga -- mereka akan berlibur selama dua minggu! Jupiter sama sekali tidak pernah mendengar hal semacam itu. Terakhir kali Titus dan Mathilda Jones berusaha berlibur adalah beberapa tahun yang lalu. Mereka seharusnya pergi ke Monterey namun belum lagi satu minggu berlalu ketika mereka telah memenuhi truk dengan barang bekas, termasuk beberapa kuda kayu dari sebuah komidi putar rusak, patung gips setinggi 180 cm yang merupakan replika dari "Daud" karya Michaelangelo, dan sebuah meja tulis yang bagian atasnya bisa dibuka, yang menurut Paman Titus pernah digunakan oleh seorang penulis ternama meskipun ia tidak ingat siapa. Dengan semua benda tak ternilai di bak belakang truk menunggu untuk dicuri, Keluarga Jones tidak punya pilihan lain kecuali berkemas dan pulang lebih cepat ke rumah -- tempat mereka paling bahagia sesungguhnya!

Download

Friday, February 13, 2009

Novel Ketika Cinta Bertasbih


Di mana-mana muda-mudi yang sedang jatuh cinta sama. Senja menjadi waktu istimewa bagi mereka. Waktu untuk bertemu, saling memandang, duduk berdampingan dan bercerita
yang indah-indah. Saat itu yang ada dalam hati dan pikiran mereka adalah pesona sang kekasih yang dicinta. Tak terlintas sedikit pun bahwa senja yang indah yang mereka lalui itu akan
menjadi saksi sejarah bagi mereka kelak. Ya, kelak ketika masa muda mereka harus dipertanggungjawabkan di hadapan Sang Pencipta Cinta. Dan jatuh cinta mereka pun harus dipertanggung jawabkan kepada-Nya: Di hadapan pengadilan Dzat Yang Maha Adil, yang tidak ada sedikit pun kezaliman dan ketidakadilan di sana. Di matanya, Kota Alexandria sore itu tampak begitu indah. Ia memandang ke arah pantai. Ombaknya berbuih putih.

Bergelombang naik turun. Berkejar kejaran menampakkan keriangan yang sangat menawan. Semilir angin mengalirkanmn kesejukan. Suara desaunya benar-benar terasa seumpama desau
suara zikir alam yang menciptakan suasana tenteram. Dari jendela kamarnya yang terletak di lantai lima Hotel Al Haram, ia menyaksikan sihir itu. Di matanya, Alexandria sore itu telah membuatnya seolah tak lagi berada di dunia. Namun di sebuah alam yang hanya dipenuhi keindahan dan kedamaian saja.

Download

Monday, January 26, 2009

Pipiet senja kapas-kapas di langit


Garsini, remaja muslimah, sejak kecil selalu ingin membuktikan
kemampuannya dengan meraih prestasi demi prestasi. Awal tujuannya adalah
untuk menarik perhatian serta kasih sayang ayahnya yang seringkali
memperlakukannya kasar dan pilih kasih di antara tiga bersaudara. Terutama
dengan adik laki-lakinya, Ucok, yang mendapat perlakuan istimewa dari sang
ayah.
Berangkat dari ketakharmonisan rumah tangga orang tuanya, Garsini
berhasil membuktikan dirinya sebagai anak yang bisa dibanggakan. Lulus SMU,
ia kuliah di Universitas Indonesia. Semester tiga, ia berhasil meraih beasiswa
Monbusho dari pemerintah Jepang.
Garsini meninggalkan Tanah Air dengan satu tujuan; membuktikan
kepada dunia bahwa gadis Muslimah, berjilbab, akhwat seperti dirinya pun
mampu “berbicara di dunia internasional”. Di kalangan rekan-rekannya di
Universitas Tokyo, Garsini dikenal sebagai mahasiswi enerjik, jenius, taat
beribadah dengan busana unik, kepribadian tangguh.
Di kalangan para dosen, Garsini pun dihargai dan disayangi. Sehingga
ada seorang guru besar tamu di universitasnya, Profesor Charles del Pierro,
terkesan sekali dengan sosoknya dan menjadikannya asistennya. Dengan
dukungan yayasan sosial yang disponsori Profesor tua dari Perancis itu, mantan
tomboy ini menerbitkan kamus perbandingan antarbangsa-bangsa Asia, CD-nya
ala Garsini.

Download

Sunday, June 29, 2008

Pudarnya pesona cleopatra


Dengan panjang lebar ibu menjelaskan, sebenarnya sejak ada dalam
kandungan aku telah dijodohkan dengan Raihana yang tak pernah
ukenal."Ibunya Raihana adalah teman karib ibu waktu nyantri di pesantren
Mangkuyudan Solo dulu" kata ibu.
"Kami pernah berjanji, jika dikarunia anak berlainan jenis akan besanan
untuk memperteguh tali persaudaraan. Karena itu ibu mohon
keikhlasanmu", ucap beliau dengan nada mengiba.
Dalam pergulatan jiwa yang sulit berhari-hari, akhirnya aku pasrah. Aku
menuruti keinginan ibu. Aku tak mau mengecewakan ibu. Aku ingin menjadi
mentari pagi dihatinya, meskipun untuk itu aku harus mengorbankan
diriku.
Dengan hati pahit kuserahkan semuanya bulat-bulat pada ibu. Meskipun
sesungguhnya dalam hatiku timbul kecemasan-kecemasan yang datang
begitu saja dan tidak tahu alasannya. Yang jelas aku sudah punya kriteria
dan impian tersendiri untuk calon istriku. Aku tidak bisa berbuat apa-apa
berhadapan dengan air mata ibu yang amat kucintai. Saat khitbah (lamaran)
sekilas kutatap wajah Raihana, benar kata Aida adikku, ia memang baby
face dan anggun.

Download

Saturday, June 28, 2008

Bidadari untuk ikhwan


“Akhi Khalid, antum sudah sholat dhuhur?” aku terbangun dari lamunanku saat Andi
teman satu LDK (Lembaga Dakwah Kampus) menepuk pundakku.
“Akh, antum mengagetkan ana aja! Oh iya, ana belum sholat dhuhur nich!” aku
menjawab sambil memakai tas ransel hitamku kembali, yang saat itu masih tergelatak
dilantai.
“Akh, kalau gitu ayo kita kemasjid sekarang!” ajak Andi.
Aku hanya hanya menganggukkan kepala, sambil berdiri dan berjalan menuju masjid
kampus yang jaraknya tidak begitu jauh dari fakultasku.
Hem, nikmat benar air wudhu yang membasahi kulit-kulitku ini. Terasa semua
ringan dalam membasuh semua kotoran-kotoran dunia. Iqhomat sudah mengumandang,
tanda sholat akan dimulai.
“Benar-benar cantik, wanita tadi! Siapa dia? Aku baru melihatnya sekarang!” lamunku.
“Allahu Akbar!” aku tersentak saat Imam mengucapkan takbir rukuk.
“Masya’ Allah, aku sedang sholat!” sertamerta pun aku langsung membuang jauh-jauh
pikiran yang telah menjauhkan aku dari kekhusyu’anku dalam sholat.

Download

Aku menggugat ikhwan dan akhwat



Panas terik matahari, bersinar. Terlihat bayang-bayang fatamorgana didepan
aspal yang aku lewati. Panas sekali. Angkot yang aku tumpangi pun, malaju dengan
kecepatan yang sedang. Bagaikan menikmati hawa panas yang menyengat kulit.
Apalagi aku, dengan jilbabku ini. Keringat sudah dari tadi mengalir deras ditubuhku.
Tetapi, karena aku memakai pakaian yang berlapis. Dengan jilbab yang mengurai
lebar dan besar. Sehingga mungkin keringatku tertahan. Dan tidak sampai membuatku
menjadi terlihat sebagai pepesan akhwat. Tetapi, tidak sedikit pula keringat yang
mengalir deras diwajahku. Beberapa kali orang melihatku. Mungkin, mereka berfikir
panas-panas kok pakai jilbab, besar pula. Tak seberapa lama, benar juga pikirku.
Seseorang ibu melihatku dengan penuh tanya.
Ibu itu mengatakan “Mbak, apa nggak gerah! Pakai jilbab yang besar seperti itu?”
Aku hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala. Ibu itu hanya terlihat dengan
senyumnya. Entahlah, senyuman apa yang diberikan ibu itu kepadaku. Mungkin
senyuman rasa kasihan, karena keringat diwajahku terus mengalir deras. Tapi aku tak
perduli.
Cuaca panas inilah yang menjadi pembenar. Untuk melanggar aturan-aturan
yang telah ditetapkan oleh sang Al Haq. Dengan berbagai alasan, banyak wanita yang
enggan atau tidak mau memakai jilbab. Sungguh ironis dalam sebuah agama terbesar
di Negara ini. Lucu sih, alasan tidak memakai jilbab karena cuaca dinegara ini yang
bersifat tropis. Padahal, di Arab. Cuacanya tidak kalah panasnya, bahkan lebih panas
dibandingkan Negara ini. Tetapi toh, tidak menyurutkan para wanita yang berada di
Arab untuk berjilbab.

Download

Friday, June 13, 2008

Sang Pemimpi


Daratan ini mencuat dari perut bumi laksana tanah yang
dilantakkan tenaga dahsyat kataklismik. Menggelegak
sebab lahar meluap-luap di bawahnya. Lalu membubung
di atasnya, langit terbelah dua. Di satu bagian langit,
matahari rendah memantulkan uap lengket yang
terjebak ditudungi cendawan gelap gulita, menjerang
pesisir sejak pagi. Sedangkan di belahan yang lain, semburan
ultraviolet menari-nari di atas permukaan laut
yang bisu bertapis minyak, jingga serupa kaca-kaca
gereja, mengelilingi dermaga yang menjulur ke laut seperti
reign of fire, lingkaran api. Dan di sini, di sudut
dermaga ini, dalam sebuah ruangan yang asing, aku
terkurung, terperangkap, mati kutu.
Aku gugup. Jantungku berayun-ayun seumpama
punchbag yang dihantam beruntun seorang petinju. Berjingkat-
jingkat di balik tumpukan peti es, kedua kakiku
tak teguh, gemetar. Bau ikan busuk yang merebak dari
peti-peti amis, di ruangan yang asing ini, sirna dikalahkan
rasa takut.

Download

Edensor


Jika hidup ini seumpama rel kereta api dalam eksperimen
relativitas Einstein, maka pengalaman demi pengalaman
yang menggempur kita dari waktu ke waktu adalah cahay;
i yang melesat-lesat di dalam gerbong di atas rel itu. Relativitasnya
berupa seberapa banyak kita dapat mengambil pelajaran
dari pengalaman yang melesat-lesat itu. Analogi eksperimen
itu tak lain, karena kecepatan cahaya bersifat sama
dan absolut, dan waktu relatif tergantung kecepatan gerbong—
ini pendapat Einstein—maka pengalaman yang sama
dapat menimpa siapa saja, namun sejauh mana, dan secepat
apa pengalaman yang sama tadi memberi pelajaran pada
seseorang, hasilnya akan berbeda, relatif satu sama lain.
Banyak orang yang panjang pengalamannya tapi tak
kunjung belajar, namun tak jarang pengalaman yang pendek
mencerahkan sepanjang hidup. Pengalaman semacam
itu bak mutiara dan mutiara dalam hidupku adalah lelaki
yang mengutuki hidupnya sendiri, namanya Weh.

Download

Tuesday, June 10, 2008

Diatas Sajadah Cinta


Suara pengerusi majlis walimatul urs’ itu bergema di seluruh ruangan majlis
pernikahan nan mewah di Hotel Hilton Ramses yang terletak di tepi Sungai Nil, Cairo.
Seluruh hadirin menanti dengan penuh penasaran, apa kiranya yang akan
disampaikan pakar saraf kelulusan London itu. Hati mereka menanti-nanti, mungkin
akan ada kejutan baru mengenai hubungan pernikahan dengan kesihatan saraf dari
professor yang murah dengan senyuman dan sering muncul di televisyen itu.
Sejurus kemudian, seorang lelaki separuh baya berambut putih melangkah
menuju pentas. Langkahnya tegap. Air muka di wajahnya memancarkan
kewibawaan. Kepalanya yang sedikit botak meyakinkan bahawa ia memang ilmuwan
berjaya. Sorot matanya tajam dan kuat, mengisyaratkan peribadi yang tegas. Sebaik
sampai di pentas, kamera video dan lampu sorot terus menyunting ke arahnya. Sesaat
sebelum berbicara, seperti biasa, ia sentuh bingkai kacamatanya,lalu…
Bismillah. Alhamdulillah. Wash shalatu was salamu’ala Rasulillah. Amma ba’du.
Sebelumnya saya mohon maaf, saya tidak boleh memberikan nasihat lazimnya para
ulama, para mubaligh, atau para ustadz. Namun pada kesempatan kali ini
perkenankan saya bercerita.
Cerita yang hendak saya sampaikan kali ini bukan khayalan belaka dan bukan
cerita biasa. Tetapi sebuah pengalaman hidup yang tidak ternilai harganya, yang
telah saya kecap dengan segenap jasad dan jiwa saya. Harapan saya, mempelai
berdua dan seluruh hadirin yang dimuliakan Allah boleh mengambil hikmah dan
pelajaran yang dikandungnya. Ambillah mutiaranya dan buanglah lumpurnya. Saya
berharap kisah nyata saya ini dapat melunakkan hati-hati yang keras, melukiskan
nuansa-nuansa cinta dan kedamaian, serta menghadirkan kesetiaan pada segenap
hati yang menangkapnya.

Download

Mahkota Cinta


Mata pemuda itu memandang ke luar jendela. Lautan
terhampar di depan mata. Ombak seolah menari-nari
riang. Sinar matahari memantul-mantul keperakan. Dari
karcis yang ia pegang, ia tahu bahwa feri yang ia
tumpangi bernama Lintas Samudera. Tujuan feri yang
bertolak dari pelabuhan Batam itu adalah pelabuhan Johor
Bahru.
Ia memejamkan mata seraya meneguhkan hatinya.
Ia meyakinkan dirinya harus kuat. Ya, sebagai lelaki ia
harus kuat. Meskipun ia merasa kini tidak memiliki siapa- siapa
lagi. Bagi seorang lelaki cukuplah keteguhan hati
menjadi teman dan penenteram jiwa.
la kembali menegaskan niat, bahwa ia sedang
melakukan pengembaraan untuk mengubah takdir.
Mengubah nasib. Seperti saran Pak Hasan, ia harus berani
berhijrah dari satu takdir Allah ke takdir Allah lain yang
lebih baik. Feri Lintas Samudera terus melaju ke depan.
Singapura semakin dekat di depan, dan Batam semakin
jauh di belakang. Namun, Lintas Samudera tidak hendak
menuju Singapura, tapi menuju pelabuhan Johor Bahru,
Malaysia.

Download

Tuesday, June 3, 2008

Laskar Pelangi

PAGI itu, waktu aku masih kecil, aku duduk di bangku panjang di depan sebuah kelas.
Sebatang pohon filicium tua yang riang meneduhiku. Ayahku duduk di sampingku,
memeluk pundakku dengan kedua lengannya dan tersenyum mengangguk-angguk pada
setiap orangtua dan anak-anaknya yang duduk berderet-deret di bangku panjang lain di
depan kami. Hari itu adalah hari yang agak penting: hari pertama masuk SD.
Di ujung bangku-bangku panjang tadi ada sebuah pintu terbuka. Kosen pintu itu
miring karena seluruh bangunan sekolah sudah doyong seolah akan roboh. Di mulut pintu
berdiri dua orang guru seperti para penyambut tamu dalam perhelatan. Mereka adalah
seorang bapak tua berwajah sabar, Bapak K.A. Harfan Efendy Noor, sang kepala sekolah
dan seorang wanita muda berjilbab, Ibu N.A. Muslimah Hafsari atau Bu Mus. Seperti
ayahku, mereka berdua juga tersenyum.
Namun, senyum Bu Mus adalah senyum getir yang dipaksakan karena tampak
jelas beliau sedang cemas. Wajahnya tegang dan gerak-geriknya gelisah. Ia berulang kali
menghitung jumlah anak-anak yang duduk di bangku panjang. Ia demikian khawatir
sehingga tak peduli pada peluh yang mengalir masuk ke pelupuk matanya. Titik-titik
keringat yang bertimbulan di seputar hidungnya menghapus bedak tepung beras yang
dikenakannya, membuat wajahnya coreng moreng seperti pameran emban bagi
permaisuri dalam Dul Muluk, sandiwara kuno kampung kami.

Download

Harry Potter 1-6

THE BOY WHO LIVED
Mr. and Mrs. Dursley, of number four, Privet Drive, were proud to say
that they were perfectly normal, thank you very much. They were the last
people you'd expect to be involved in anything strange or mysterious,
because they just didn't hold with such nonsense.
Mr. Dursley was the director of a firm called Grunnings, which made
drills. He was a big, beefy man with hardly any neck, although he did
have a very large mustache. Mrs. Dursley was thin and blonde and had
nearly twice the usual amount of neck, which came in very useful as she
spent so much of her time craning over garden fences, spying on the
neighbors. The Dursleys had a small son called Dudley and in their
opinion there was no finer boy anywhere.
The Dursleys had everything they wanted, but they also had a secret, and
their greatest fear was that somebody would discover it. They didn't
think they could bear it if anyone found out about the Potters. Mrs.
Potter was Mrs. Dursley's sister, but they hadn't met for several years;
in fact, Mrs. Dursley pretended she didn't have a sister, because her
sister and her good-for-nothing husband were as unDursleyish as it was
possible to be. The Dursleys shuddered to think what the neighbors would
say if the Potters arrived in the street. The Dursleys knew that the
Potters had a small son, too, but they had never even seen him. This boy
was another good reason for keeping the Potters away; they didn't want
Dudley mixing with a child like that.

Download

DaVinci Code


Novel Dan Brown, The Da Vinci Code, menguak sejarah Yesus dan Gereja yang selama 2000 tahun terkunci rapat. Otoritas gereja kelimpungan membuat tangkisan.

Novel bermuatan agama nampaknya selalu mengundang kontroversi. Ini juga berlaku buat novel The Da Vinci Code. Mungkin, karena kontroversial, novel keempat Dan Brown ini menjadi novel terlaris tahun 2003 dengan total penjualan 5,7 juta eksemplar. Rekor penjualan selama 10 tahun yang dipegang novel The Bridges Over the Madison Country karya James Waller yang terjual 4,3 juta eksemplar pun terpecahkan .

Sejak terbit Maret 2003 lalu, sampai sekarang The Da Vinci Code sudah terjual lebih dari 20 juta kopi. Sepanjang 2003-2004, bisa jadi inilah buku yang paling sensasional. Selama 56 pekan (1 tahun 1 bulan), ia bertengger di puncak daftar buku fiksi terlaris versi The New York Times. Kini penerbitnya, Doubleday, masih terus mencetak buku yang telah diterjemahkan ke dalam 40 bahasa itu.

Di Indonesia, buku impor yang dibanderol Rp 65.500 untuk versi soft cover dan Rp 265.700 untuk hard cover juga laku keras. Sejak diterjemahkan penerbit Serambi, Juli lalu, kini sudah mengalami 9 kali cetak. Apalagi, setelah belasan media cetak berbahasa Inggris mengulas isinya. Di toko-toko buku, The Da Vinci Code dipajang mencolok. Beberapa toko buku di Jakarta sampai kehabisan stok thriller fiksi itu.

Saking larisnya, Columbia Pictures sudah melepas banyak duit untuk membeli hak ciptanya. Bintang-bintang Hollywood, seperti Russel Crowe, George Clooney, dan Tom Hanks yang biasanya jual mahal kalau ditawari main film, kini beramai-ramai melamar jadi pemain. Sebuah tim solid dengan sutradara Ron Howard, penulis skenario kelas berat, Brian Grazer dan John Galley, tengah bekerja keras untuk film yang bakal dirilis ada awal tahun 2006 itu.

Trio Howard, Grazer dan Goldsman adalah orang yang sama yang telah melahirkan Beautiful Mind pada tahun 2001. Film yang dibintangi aktor Australia, Russel Crowe itu menyabet dua buah Academy Award. Tak heran apabila Columbia Pictures yakin film The Da Vinci Code bakal mengguncang pasar. Saking optimisnya, perusahaan film inipun sudah membeli hak cipta karya Brown lainnya, Angels and Demons.

Download

Ayat-ayat cinta


Tengah hari ini, kota Cairo seakan membara. Matahari berpijar di tengah petala langit. Seumpama lidah api yang menjulur dan menjilat-jilat bumi. Tanah dan pasir menguapkan bau neraka. Hembusan angin sahara disertai debu yang bergulung-gulung menambah panas udara semakin tinggi dari detik ke detik. Penduduknya, banyak yang berlindung dalam flat yang ada dalam apartemen-apartemen berbentuk kubus dengan pintu, jendela dan tirai tertutup rapat.
Memang, istirahat di dalam flat sambil menghidupkan pendingin ruangan jauh lebih nyaman daripada berjalan ke luar rumah, meski sekadar untuk shalat berjamaah di masjid. Panggilan azan zhuhur dari ribuan menara yang bertebaran di seantero kota hanya mampu menggugah dan menggerakkan hati mereka yang benar-benar tebal imannya. Mereka yang memiliki tekad beribadah sesempurna mungkin dalam segala musim dan cuaca, seperti karang yang tegak berdiri dalam deburan ombak, terpaan badai, dan sengatan matahari. Ia tetap teguh berdiri seperti yang dititahkan Tuhan sambil bertasbih tak kenal kesah. Atau, seperti matahari yang telah jutaan tahun membakar tubuhnya untuk memberikan penerangan ke bumi dan seantero mayapada. Ia tiada pernah mengeluh, tiada pernah mengerang sedetik pun menjalankan titah Tuhan.

Download

Dalam mihrab cinta


Matanya berkaca-kaca. Kalau tidak ada kekuatan
iman dalam dada ia mungkin telah memilih sirna dari
dunia. Ujian yang ia derita sangat berbeda dengan
orang-orang seusianya. Banyak yang memandangnya
sukses. Hidup berkecukupan. Punya pekerjaan yang
terhormat dan bisa dibanggakan. Bagaimana tidak, ia
mampu meraih gelar master teknik dari sebuah institut
teknologi paling bergengsi di negeri ini. Dan kini ia
dipercaya duduk dalam jajaran pengajar tetap di
universitas swasta terkemuka di ibukota Propinsi Jawa
Tengah: Semarang.
Tidak hanya itu, ia juga pernah mendapatkan
penghargaan sebagai dosen paling berdedikasi di
kampusnya. Ia sangat disegani oleh sesama dosen dan
dicintai oleh mahasiswanya. Ia juga disayang oleh
keluarga dan para tetangganya. Bagi perempuan
seusianya, nyaris tidak ada yang kurang pada dirinya.
Sudah berapa kali ia mendengar pujian tentang
kesuksesannya. Hanya ia seorang yang tahu bahwa
sejatinya ia sangat menderita.

Download