Showing posts with label History. Show all posts
Showing posts with label History. Show all posts

Thursday, July 24, 2008

Risalah kedatangan Imam Mahdi


Langkah pertama yang akan diambil oleh dia untuk mengubah dunia adalah menghapuskan semua
bangsa di dunia dan meninggalkan bangsa melayu dan yahudi sahaja. Dia tidak dapat
menghapuskan orang yahudi kerana di halang oleh Dajjal yang sama kuat dari segi kekeramatan
dengannya. Dajal akan menjadi raja orang yahudi dan imam Mahdi akan menjadi raja orang
melayu. Dunia akan mengalami proses yang amat dahsyat ketika Imam Mahdi mengubahnya.
Dunia akan menjadi kering sekering - keringnya hingga lautan pun tidak berair ( mata air zam-zam
di Mekah juga kering ). Orang yang hidup akan mati kelaparan atau diserang wabak penyakit dan
yang lain akan dibunuh oleh Al Mahdi dengan tangannya sendiri. Manusia terpaksa memakan
daging manusia, najis-najis, bangkai haiwan, tanah dan meminum air kencing. Sistem ekonomi
dan tamadun manusia akan musnah untuk sementara waktu ( zaman peralihan kuasa ) sebelum
dibangunkan semula olehnya. Bangsa selain melayu atau yahudi akan dibunuh kerana sebabnya;
orang putih dan kulit hitam serta bangsa arab telah pun kufur, orang cina telah diserapi iblis putih,
orang indonesia terlalu banyak mengamalkan ilmu hitam serta kufur dan bangsa India telahpun
diserapi oleh iblis. Kurang lebih 7 billion manusia di seluruh dunia akan dibunuh oleh Imam
Mahdi. Tinggallah bangsa melayu walaupun banyak melakukan dosa di dunia ( walau
kebanyakannya telah diserapi oleh iblis ), tetapi orang melayu Malaysia telah dipilih untuk
membentuk bangsa melayu zaman baru yang akan menguasai dan memenuhi ke seluruh pelosok
dunia. Bangsa melayu akan menguasai dunia selama 2000 tahun ( sehingga kiamat ). Tetapi untuk
memastikan orang melayu tunduk di bawah pemerintahannya dan tidak mengikuti orang kenamaan
lain, dia akan membunuh menteri rnenteri, orang orang besar, datuk- datuk dan tan sri - tan sri di
Malaysia serta menghapuskan pihak berkuasa yang sedia ada di Malaysia.

Download

Friday, June 13, 2008

Dajjal dan ya'ju' wa-ma'ju'


Sungguh menarik perhatian adanya persamaan kejadian yang terjadi di dunia sekarang ini. Di satu fihak, kita melihat adanya tekanan kekuasaan Eropa yang dilancarkan dengan rancangan yang teratur terhadap dunia Islam, dan usaha mereka yang keras untuk mengenyahkan Islam sama sekali, tetapi di lain fihak, kita menemukan sejumlah besar hadits Nabi yang meramalkan fitnah dan percobaan yang akan menimpa kaum Muslimin pada akhir zaman, ramalan yang hampir semuanya terpenuhi, berupa peristiwa yang menimpa dunia Islam sekarang ini. Lebih mengherankan lagi, karena ramalan itu diucapkan pada waktu Islam sedang dalam keadaan menang, dan seluruh dunia merasa gentar menghadapi pesatnya kemajuan Islam.

Bukan rahasia lagi, bahwa kini sedang berlangsung pergolakan sengit antara Eropa dan Islam, khususnya antara kekuatan materiil melawan kekuatan spirituil. Kaum Kristen Eropa menganggap kekuatan Islam sebagai ancaman yang berbahaya bagi peradaban materiilnya, dan dengan dalih palsu ini mereka berusaha untuk manghancurkan Islam, agar mereka dapat "menyelamatkan" dunia dari pengaruh politik Islam. Mereka terang-terangan menyebut agama lain sebagai non-Kristen, tetapi terhadap agamar Islam mereka dangan tegas menyebutkan sebagai anti-Kristen. Sekalipun kaum missionaris Kristen aktif menyebarkan agama di segala penjuru dunia, tetapi tujuan mereka yang paling utama ialah ummat Islam. Ini adalah fakta yang tak boleh dipandang remeh oleh kaum Muslimin.

Akan tetapi alangkah sedihnya bahwa kaum Muslimin sendiri terlibat dalam percekcokan intern mengenai masalah-masalah kecil, sehingga mereka tak sempat memikirkan persoalan yang lebih penting. Seandainya mereka menaruh perhatian sedikit saja terhadap pergolakan sengit yang sekarang sedang berlangsung antara kekuatan materiil dan kekuatan spirituil, niscaya mereka akan melihat dengan terang, bahwa mengamuknya Dajjal dan merajalelanya Ya'juj wa Ma'juj bukanlah dongengan kosong, melainkan gambaran tentang serbuan kaum materialis Eropa dengan agama Nasraninya pada zaman sekarang.

Bagi tiap-tiap orang Islam wijib kiranya melupakan percekcokan di kalangan ummat Islam sendiri mengenai masalah-masalah kecil yang kurang penting, karena kemenangan dan hidup matinya Islam di dunia bergantung kepada hasil perlombaan antara dua agama ini (Islam dan Nasrani), bukan karena mengurusi perbedaan kecil yang tak akan mendatangkan keuntungan atau kerugian bagi kaum Muslimin sendiri.

Download

Monday, June 9, 2008

Menelusuri Jejak Kaki Sang Guru


Tentang perjalanan suci Sang Buddha Gautama, yang bermula
dari Benares dan berakhir di Kusinara; tentang berbagai kejadian yang
terjadi sepanjang perjalanan-Nya tersebut; tentang siswa-siswa-Nya
yang utama, seperti Ananda, Sariputta atau Moggallana; tentang umat
awam yang terkemuka, seperti Anathapindika, Visakha atau Bhadda;
atau tentang Devadatta juga Angulimala, mungkin bukanlah sesuatu
yang baru bagi sebagian besar umat Buddha, bahkan boleh jadi
sebagian orang sudah menganggapnya semacam legenda.
Namun Marie Beuzeville Byles memberi sesuatu yang baru dalam
buku ini, dengan mempersilahkan Yasa, siswa keenam Sang Bhagava,
menuturkan perjalanan panjang mereka bersama Sang Guru selama
empat puluh lima tahun tersebut. Hal yang membuat buku ini berbeda
dari buku-buku yang mengisahkan perjalanan suci Sang Buddha adalah
mungkin tentang konflik-konflik batin yang terjadi pada orang-orang
yang bertemu dengan beliau saat itu dan juga konflik-konflik batin yang
dialami para siswa-Nya, seperti Yasa sendiri atau Ananda, yang
terkadang sangat manusiawi dan menyentuh hati.
Hal lain yang menonjol dalam buku ini adalah kemampuan Marie
menjalin bagian terpenting dari sejarah panjang kehidupan Sang
Buddha tersebut dengan menggunakan bahasa sastra yang sederhana,
tetapi menarik dan indah, dan kami berusaha semaksimal mungkin
membuat kalimat-kalimat dalam buku ini tidak kalah indahnya dengan
buku aslinya dengan tidak mengurangi isinya, paling tidak itulah
alasannya mengapa kami memilih judul dengan memakai istilah 'Sang
Guru' daripada 'Sang Buddha'. Sumber buku ini sendiri sebenarnya
adalah dari kitab-kitab suci Agama Buddha sehingga walaupun sekilas
tampak berupa 'cerita', namun sebenarnya dapat dipertanggungjawabkan
kebenarannya.

Download

Sunday, June 8, 2008

The Oxford History


In 1914, the French poet Charles PƩguy wrote that the world
had changed more since he started going to school in the 1880s
than during the two previous millennia. If he had not died
shortly afterwards but had lived out his full biblical allocation
of three score years and ten until 1943, he would have experienced
even more dramatic changes. It has been this conviction
that the ground is moving beneath their feet which has characterized
modern Europeans. Among other things, it has given
them a strong dynamism: the world is changing, it can be
changed, and so it should be changed. On the eve of the French
Revolution, the German playwright Gotthold Ephraim Lessing
identified the essence of modern man as follows: ‘he often
achieves very accurate insights into the future, but he cannot
wait for the future to come. He wants to see the future accelerated,
and also wants to do the accelerating himself. For what is
there in it for him, if what he sees to be desirable is not brought
about in his lifetime?’
It is with no sense of triumph, rather the reverse, that one
records that modern Europeans have transformed not only their
own continent but also the world. What they could not conquer
directly, they ensnared in economic, social, and cultural bonds.
What is sometimes described as the ‘Americanization’ of the
world has been conducted by the descendants of Europeans
who conquered North America and eliminated most of its
aboriginal population. The European origin of the culture
which was then re-exported with such dazzling success in the
twentieth century is revealed not least by the name of its most
ubiquitous symbol—the hamburger.

Download