Showing posts with label Biografi. Show all posts
Showing posts with label Biografi. Show all posts

Sunday, August 23, 2009

ASY-SYAIKH 'ABDULLÂH BIN 'ABDIRRAHÎM AL-BUKHÂRI

'Abdullâh bin 'Abdirrahîm bin Husain bin Mahmûd As-Sa'di kemudian Al-Bukhâri Al-Madîni. As-Sa'di adalah nisbah kepada Bani Sa'd yang berasal dari Ath-Thâ`if. Beliau dilahirkan di Madinah di desa Bâbut Tamâr.

Ayahnya : Adapun tentang ayah beliau, yaitu Asy-Syaikh 'Abdurrahîm bin Husain Al-Bukhâri v, tumbuh dalam kondisi yatim. Telah hafal Al-Qur`an semenjak kecil. Belajar di Madrasah Al-'Ulûm Asy-Syar'iyyah. Beliau sangat berprestasi. Di tengah aktivitasnya, beliau juga sangat aktif dan bersemangat menghadiri halaqahhalaqah ilmu di Masjid Nabawi dan mengambil ilmu dari para 'ulama pada waktu itu. Kemudian beliau pindah ke kota Riyâdh, bekerja sebagai staff Al-Malik (Raja) 'Abdul 'Aziz v. Setelah itu beliau bekerja pada bidang lain, dan pada awal tahun 1374 H bergabung pada Hai`ât Al-Amri bil Ma'rûf. Pimpinan umumnya waktu itu adalah Asy-Syaikh Al-'Allâmah 'Umar bin Hasan âlu Asy-Syaikh.

Asy-Syaikh'Abdurrahîm Al-Bukhâri mendapat ijazah dan rekomendasi yang ditandatangani oleh Asy-Syaikh 'Umar bin Hasan âlu Asy-Syaikh atas kebaikan prilaku dan tugas beliau. Ijazah tersebut bernomor 2396/Kh/M tertanggal 25/9/1377 H.

Kemudian Asy-Syaikh 'Abdurrahîm pindah ke Madinah, bertugas di Al-Mahkamah Asy-Syar'iyyah Al-Kubrâ pada tanggal 13 – 2 – 1380 H. Pimpinan mahkamah pada waktu itu adalah Asy-Syaikh Al-'Allâmah 'Abdul 'Azîz bin Shâlih v, beliau sekaligus imam dan khathib Masjid Nabawi. Asy-Syaikh 'Abdurrahîm juga mendapat ijazah dari pimpinan mahkamah tertanggal 21/9/1392 H. ditegaskan dalam ijazah tersebut :
"Selama bertugas menjadi teladan dalam kesungguhan dan semangat kerja. Senantiasa menjalankan tugas dengan sangat baik." Kemudian pada tanggal 1 – 4- 1388 H, beliau pindah ke Universitas Islam Madinah, dengan Asy-Syaikh 'Abdul 'Azîz bin Bâz v sebagai rektornya. Beliau juga mendapat ijazah dari Asy-Syaikh Al-Imâm 'Abdul 'Azîz bin Bâz, bahwa "Bersifat dengan prilaku dan akhlaq yang baik, dan sangat bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas." Ijazah tersebut bernomor 338 tertanggal 27/31392 H. Beliau terus bertugas di Universitas Islam Madinah sampai pensiun pada 1 – 7 – 1407 H.

Asy-Syaikh 'Abdurrahîm Al-Bukhâri adalah seorang yang sangat rajin beribadah, bersemangat dalam ilmu, sangat mencintai dan menghormati para 'ulama, konsisten berpegang kepada sunnah, dan sangat menentang bid'ah dan para pengusungnya. Beliau juga menjaling hubungan sangat baik dan erat dengan sejumlah 'ulama besar Ahlus Sunnah, di antaranya Samâhatul Imâm Al-'Allâmah Al-Mufassir Muhammad Al-Amîn Asy-Syinqhîthi (penulis tafsir Adhwâ`ul Bayân ) v, Samâhatul Imâm Syaikhul Islâm 'Abdul 'Azîz bin 'Abdillâh bin Bâz v, beliau juga sering berhubungan dengan Asy-Syaikh Al-'Allâmah Al-Faqîh 'Abdurrahmân As-Sa'di –bahkan Asy-Syaikh Sa'di menghadiahkan kepada beliau sejumlah kitab yang padanya ada tulisan tangan beliau. Kitab-kitab tersebut masih tersimpan- , di antaranya juga : Al-'Allâmah Al-Muhaddits Hammâd Al-Anshâri, Al-'Allâmah Al-Muhaddits 'Abdul Muhsin Al-'Abbâd, Al-'Allâmah Al- Mujâhid Muhammad Amân Al-Jâmi, Al-'Allâmah Rabî' bin Hâdi Al-Madkhali, Al-'Allâmah 'Umar bin Muhammad Fallâtah, dan masih banyak lagi.

download

Thursday, July 24, 2008

Latar belakang ringkas Hasan Al-Bana


Hasan al-Banna dilahirkan di Mesir pada awal abad 20 Masehi. Dalam suku
pertama abad 20 Masehi ini dia telah melancarkan satu gerakan Islam yang besar,
yang terkenal dengan nama “Ikhwanul Muslimin”. Hasan al-Banna dan Ikhwanul
Muslimin adalah dua nama yang tidak dapat dipisahkan. Begitu bertenaga sekali
gerakan tersebut sehingga pengaruhnya bukan saja merebak di Mesir, tetapi telah
meresapi seluruh Dunia Arab. Gerakan Ikhwan telah mencetuskan kebangkitan Islam
dan roh Islam di Dunia Arab.
Jika kita betul-betul hendak menghargai segala usaha beliau dan memahami
peribadinya, maka perlulah kita mengenali suasana (keadaan) dan zaman ketika beliau
dilahirkan, dibesarkan dan dididik. Disamping itu, kita juga perlu mengetahui
cabaran-cabaran dalaman dan antarabangsa yang sedang mengancam Mesir ketika
Imam Hasan al-Banna dilahirkan. Sekarang kita akan mengkaji zaman ketika beliau
dilahirkan dan peranan besar yang dimainkan olehnya.

Download

Monday, June 9, 2008

Che Guevara dan Revolusi Kuba


Para pekerja tidak bertanah di Brazil membawa dua imej apabila mereka menduduki tanah
kosong. Yang satu adalah pemimpin masyarakat desa di Canudos, yang berjuang menentang
kerajaan pada tahun 1890-an. Yang kedua adalah Che Guevara. Di Carakas, di Buenos Aires,
di Bolivia dan di El Salvador, pemuda-pemudi yang bertempur dengan polis semasa
pemberontakan menentang kapital global menyelimuti muka mereka dengan kain yang
membawa imej Che. Di Eropah, penunjuk rasa memakai kemeja-T dengan muka Guevara
tercetak pada dada mereka.
Ernesto ‘Che’ Guevara meninggal dunia pada usia muda. Doktor dari Argentina ini, yang
meninggalkan tanahair dan kerjayanya untuk menyertai Revolusi Kuba, dibunuh di sebuah
kampung pergunungan di Bolivia sewaktu dia tercedera. Tarikh bulan itu adalah Oktober
1967, dan Ernesto Guevara belum berusia 40 tahun.
Di Kuba, di mana Che merupakan seorang pemimpin revolusi tahun 1959 yang berwibawa
dan berkuasa, wajahnya yang disinari oleh lampu neon menghiasi beberapa tingkat
bangunan di Dataran Revolusi, di Havana. Dan pada poster dan papan tanda, imej Che
berdiam diri di sisi laungan untuk menyokong kerajaan Kuba. Sambil anda menjelajahi
bandar-bandar Kuba, ia adalah wajah Che yang memenuhi tempat-tempat awam, dan
bukannya wajah lelaki yang telah menguasai kehidupan politik Kuba sejak revolusi tersebut
– Fidel Castro.
Kini lahirnya sebuah generasi baru yang mengenali dengan serta-merta mata dan janggut
nipis Guevara, yang memakai kemeja-T tersebut dan membeli pelbagai barangan pengguna
yang membawa imej terkenal itu. Namun, dalam kebanyakan kes, mereka tidak memahami
dengan baik dan tidak mempunyai memori mengenai Revolusi Kuba. Sebenarnya, butir-butir
mengenai kehidupan Guevara tidak dikenali ramai. Namun, ia seolah-olah wujudnya
sesuatu perjanjian sulit bahawa wajahnya mempunyai kuasa simbolik dan makna yang
difahami dan dikenali oleh semua orang.

Download

Sunday, June 8, 2008

Albert Einstein


In his biography of Einstein Mr. H. Gordou Garbedian relates that an
American newspaper man asked the great physicist for a definition of his
theory of relativity in one sentence. Einstein replied that it would take him
three days to give a short definition of relativity. He might well have added
that unless his questioner had an intimate acquaintance with mathematics and
physics, the definition would be incomprehensible.
To the majority of people Einstein's theory is a complete mystery. Their
attitude towards Einstein is like that of Mark Twain towards the writer of a
work on mathematics: here was a man who had written an entire book of
which Mark could not understand a single sentence. Einstein, therefore, is
great in the public eye partly because he has made revolutionary discoveries
which cannot be translated into the common tongue. We stand in proper awe
of a man whose thoughts move on heights far beyond our range, whose
achievements can be measured only by the few who are able to follow his
reasoning and challenge his conclusions.
There is, however, another side to his personality. It is revealed in the
addresses, letters, and occasional writings brought together in this book.
These fragments form a mosaic portrait of Einstein the man. Each one is, in a
sense, complete in itself; it presents his views on some aspect of progress,
education, peace, war, liberty, or other problems of universal interest. Their
combined effect is to demonstrate that the Einstein we can all understand is no
less great than the Einstein we take on trust.

Download

Wednesday, June 4, 2008

Perjalanan saya,Kisah riwayat A umar said

Buku Perjalanan Hidup Saya ini berisi
berbagai catatan tentang pengalaman
seorang wartawan Indonesia, yang bisa
dikategorikan “luar biasa.” Di dalamnya
dapat dibaca sejarah hidup seorang wartawan yang
amat berliku-liku, penuh dengan gejolak dan
peristiwa penting-penting. Pada umur tujuh belas
tahun A. Umar Said sudah ikut dalam pertempuran 10
November di Surabaya yang kini terkenal sebagai Hari
Pahlawan. Pada umur dua puluh lima tahun ia ikut dalam Konferensi
Internasional Hak-hak Pemuda di Wina (Austria) dan mengunjungi
Tiongkok dalam tahun 1953 ketika Republik Rakyat Tiongkok baru
empat tahun diproklamasikan. Kemudian selama tiga tahun menjadi
wartawan Harian Rakjat, dan ketika pemberontakan PRRI pecah di
tahun 1958, ia memimpin suratkabar Harian Penerangan di Padang
sambil melakukan gerakan di bawah-tanah.
Antara tahun 1960-1965 ia memimpin harian Ekonomi Nasional di
Jakarta, dan menjadi bendahara Persatuan Wartawan Asia-Afrika
merangkap bendahara PWI-Pusat. Ia juga dipilih untuk menjadi
bendahara Konferensi Internasional Anti Pangkalan Militer Asing
(KIAPMA) di Jakarta tahun 1965 yang merupakan realisasi gagasan Bung
Karno dalam perjuangan menentang imperialisme-kolonialisme waktu itu.
Ketika G30S meletus ia berada di Aljazair, dan
kemudian terpaksa bermukim selama tujuh tahun di RRT
sebelum minta suaka politik di Perancis, tempat ia hidup
dan melakukan berbagai kegiatan sampai sekarang.

Download

Inu Kencana Safiie-IPDN Undercover

Kalimat pendek itu dikirim Pak Inu Kencana Syafiie lewat
pesan pendek HP ke kami. Sebelumnya, kami menawarkan
kepada Pak Inu, bagaimana jika beliau menyusun segala
kronologis cerita pembongkaran kasus-kasus di IPDN. Sejak
kematian Wahyu Hidayat tahun 2003 sampai kasus paling
mutakhir: Cliff Muntu: April 2007.
Sungguh di luar dugaan, ternyata Pak Inu memang telah
menyusun kisah panjang, semacam autobiografi, sejak tahun
2003 dan selesai pada awal 2006 lalu. Artinya, jauh sebelum
kematian Cliff Muntu mengemuka, naskah itu sudah selesai.
Sebuah kisah membentang yang menggambarkan transformasi
seorang anak kampung di Sumatera Barat menjadi seorang
pendobrak yang mencatatkan diri di bagian depan sejarah.
Sempat muncul diskusi seru di redaksi, ketika naskah
autobiografi ini akan segera diedit. Muncul ide untuk mengubah
bentuk autobiografi ini ke dalam biografi. Artinya, orang
lain yang akan menulis kisah hidup Pak Inu. Alasannya masuk
akal. Momentum yang dipakai untuk menerbitkan buku ini
bisa memunculkan opini publik bahwa Pak Inu sedang memanfaatkan
keadaan. Mumpung nama beliau kembali menjadi
perbincangan, maka pas sekali jika beliau menerbitkan buku
autobiografi. Cara gampang untuk populer.
Pendapat ini sempat mengkristal. Kesan negatif bisa saja
muncul di masyarakat terhadap Pak Inu. Jelas hal itu sama
sekali tidak diingini oleh penerbit. Namun, permasalahan
menjadi tidak sederhana ketika editor mulai membaca naskah
autobiografi ini. Ternyata, Pak Inu ini tidak hanya lantang
berbicara, namun juga pandai menuliskan kata-kata

Download

Tuesday, June 3, 2008

Detik-detik Yang Menentukan BJ Habibie

Fakta dan ungkapan yang ada dalam buku ini, hanyalah
“detik-detik” yang dianggap penting dan bisa
dipublikasikan, tanpa dampak politik yang akan
memengaruhi jalannya reformasi di Indonesia. Buku ini
ditulis berdasarkan catatan harian yang menjadi
kebiasaannya sejak kecil, serta laporan yang diterimanya.
Mengenai judul buku “Detik-detik yang Menentukan: Jalan
Panjang Menuju Demokrasi”, menurut penulis dipilih
berdasar pertimbangan bahwa semasa menjabat sebagai
presiden, penulis menyadari bahwa Indonesia sedang
berada pada “persimpangan jalan”, suatu keadaan yang
kritis, yang kalau ia mengambil kebijakan (jalan) yang
salah, akan dapat berakibat perang saudara atau
balkanisasi. Ia memilih suatu proses evolusi yang dipercepat
dengan perencanaan yang matang, sebagai upaya
penyelamatan bangsa dari situasi kritis tersebut.
Penulis banyak mengambil keputusan yang tidak
popular, baik yang bersifat irreversible —seperti masalah
Timor Timur, kemandirian Bank Indonesia, dsb.— maupun
yang bersifat reversible. Keputusan tersebut diambil dengan
cepat dangan memperhitungkan sekecil mungkin risiko
yang mungkin terjadi. Itulah mengapa Penulis memilih
istilah “Detik-detik yang Menentukan”.

Download